Alamat Biro Majalengka: Jl. Raya Bandung-Cirebon, Blok Warna Sari 2, Kosan 3 Saudara, Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka-Jawa Barat. Tlp. 085321202912, email:majalengkabiro@gmail.com. Alamat Redaksi SKU WIP: Jl. Holis No.16, Sudirman-Bandung, Tlp. 022-87786328 - 08122027778, email: redaksiwip@yahoo.com
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sekilas Keunggulan 5 Pasukan Elit TNI

Peleton Intai Tempur Kostrad

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) adalah satuan elite Kostrad. Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 100 orang yang dibagi dalam dua peleton. Dilatih keras untuk misi-misi sulit.

Tim ini punya ciri khas menggunakan senapan AK (Avtomat Kalashnikov), untuk perwiranya dibekali senapan Baby AK yang lebih pendek dan biasa digunakan pasukan elite Rusia Spetnaz.

Personel Tontaipur jago menyusup lewat darat, laut maupun udara. Mereka bisa bertahan dalam air berjam-jam hanya berbekal buluh bambu.
Sat-81 Kopassus TNI AD

Pasukan elit di tubuh Komando Pasukan Khusus TNI AD yang diakui sebagai pasukan terbaik ketiga di dunia, setelah Special Air Services (SAS) Inggris dan Sayeret Matkal. Anggotanya dipilih dari anggota satuan baret merah yang terbaik. Pasukan elite di dalam elite.

Pasukan ini dibentuk 30 Juni 1982. Awalnya bernama Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor (Inf) Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten (Inf) Prabowo Subianto.

Pembentukannya tak lepas dari kasus pembajakan pesawat DC-9 Garuda di Woyla, Thailand tanggal 31 Maret 1981. Namanya sempat berubah menjadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Lalu sempat juga menjadi Grup 5 antiteror, saat Prabowo menjadi Danjen Kopassus.

Tahun 1996, nama Kopassus kembali mencuat setelah berhasil membebaskan sandera Organisasi Papua Merdeka (OPM). Beberapa peneliti asing diselamatkan setelah disandera berbulan-bulan di belantara Papua.
 Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL

Satuan elite TNI Angkatan Laut ini memiliki spesifikasi untuk mengatasi sabotase di laut. Mereka jagoan membebaskan sandera dalam kapal, mengatasi pembajakan kapal laut, sampai menyusup ke perairan musuh untuk merebut obyek tertentu.

Denjaka dibentuk 13 November 1984. Sebenarnya TNI AL juga mempunyai satuan elite lain, Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib, dan dari dua pasukan elit inilah Denjaka direkrut

Soal persenjataan, personelnya dibekali peralatan terbaik. Antara lain submachine gun MP5, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, serta pistol Beretta dan SIG Sauer 9 mm.

Walau berspesifikasi laut, Personel Denjaka juga mampu bertempur di darat dan melakukan infiltrasi lewat udara.
Detasemen Bravo 90 TNI AU

Dibanding dua kakaknya di Sat-81 TNI AD dan Denjaka TNI AL, Bravo bisa disebut anak bungsu. Den Bravo 90 dibentuk tahun 1990 di Markas Korps Pasukan Khas TNI AU, Margahayu Bandung. Karena lahir di tubuh TNI AU, pasukan ini memiliki spesialisasi antiteror udara.

Tak cuma itu, Bravo-90 juga melengkapi personelnya dengan beragam kualifikasi khusus tempur lanjut. Mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut tempur, pertempuran jarak dekat dan antiteror.

Pasukan Bravo diseleksi dari anggota Korps Pasukan Khas TNI AU yang telah menyelesaikan pendidikan terjun dan komando. Hanya mereka yang lulusan terbaik bisa bergabung.
Batalyon Raiders TNI AD

Adalah Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu yang punya ide membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Maka Ryamizard meningkatkan kualifikasi 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders. Sebagian personel Raiders dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passsus milik Kopassus.

Pasukan ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut dan perang berlarut-larut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.

Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.

Pasukan elite ini diresmikan Jenderal Ryamizard tanggal 22 Desember 2003. Mungkin karena Raiders, Indonesia bisa mendapat predikat negara yang memiliki pasukan elite terbanyak.
(sumber : www.merdeka.com)

Janji Bupati Garut, Mengenai Jalan Rusak


Tahun 2015, Dana BOS Naik

Dana BOS SD tahun 2015 naik 800 ribu, BOS SMP Naik 1 juta, BOS SMA naik 1,5 juta adalah merupakan kebijaksanaan yang diambil oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Kemendikbud RI terkait dengan alokasi anggaran pendidikan di Rencana APBN 2015 yang mencapai Rp 400 triliun lebih.

Dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) naik di tahun 2014 dipastikan oleh Kemendikbud yang merupakan bagian dari anggaran fungsi pendidikan yang mencapai Rp 409,1 triliun.

Anggaran fungsi pendidikan yang mencapai Rp 409,1 triliun, setara dengan 20,006 persen dari total belanja negara di APBN 2015. Jika dibandingkan dengan anggaran fungsi pendidikan di APBN 2014, terjadi kenaikan sebesar Rp 5,2 triliun.

Dari sisi pengelolaannya, anggaran fungsi pendidikan itu terbagi menjadi dua. Yakni anggaran fungsi pendidikan yang dikelola dalam belanja pemerintah pusat Rp 154,2 triliun. Kemudian anggaran fungsi pendidikan yang dikelola pemerintah daerah sebesar Rp 254,9 triliun.

Kenaikan Dana BOS Tahun 2015

Dana BOS SD 800,Dana BOS SMP 1 Juta, Dana BOS SMA 1,5 Juta


Berikut penuturan Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim seperti yang dilansir dari jawapos.com, bahwa kenaikan unit cost dana BOS 2015 cukup signifikan.

Berikut tabel naiknya dana biaya operasional sekolah tahun anggaran 2015-2016 yaitu :
  1. Sekolah Dasar SD/MI naik dari Rp 580 ribu/siswa/tahun menjadi Rp 800 ribu/siswa/tahun.
  2. Sekolah Menengah Pertama SMP/MTS naik dari Rp 700 ribu/siswa/tahun menjadi Rp 1 juta/siswa/tahun.
  3. Sekolah Menengah Atas SMASMK/MA naik dari Rp 1 juta/siswa/tahun menjadi Rp 1,5 juta/siswa/tahun.
Untuk diketahui, alokasi anggaran dana BOS dalam APBN mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 mencapai Rp 16,3 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 22,54 triliun pada tahun 2012. Hal itu disebabkan karena adanya peningkatan jumlah sasaran dan peningkatan besaran (unit cost) untuk siswa jenjang SD/SMP.

Namun pada tahun 2013, alokasi dana BOS mengalami penurunan menjadi sekitar Rp 22,45 triliun. Pada tahun 2014, alokasi tersebut kembali naik menjadi Rp 24,1 triliun. Karena ada penambahan untuk alokasi rintisan Pendidikan Menengah Universal (PMU).

Untuk tahun 2015, pemerintah menganggarkan dana BOS di RAPBN sekitar Rp 31 triliun, atau meningkat sekitar 30 persen dibanding alokasi tahun sebelumnya.

Menurut Musliar Kasim selaku Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan bahwa tujuan manfaat peningkatan dana BOS tersebut semata-mata hanya ingin meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Pihaknya sangat berharap dengan ditambahnya dana BOS tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya oleh sekolah, dengan demikian tidak ada lagi pungutan yang dibebankan kepada siswa.
Pencairan Dana BOS

Pencairan Dana BOS


Sistem Pencairan dana BOS 2015 tetap menggunakan sistem yang sudah berjalan tahun ini. Yakni dana dikirim dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi.

Pencairan dana BOS sendiri akan dilakukan pada awal periode. Seperti untuk periode Januari-Maret 2015 maka dana BOS akan dicairkan di awal bulan Januari. Tujuannya untuk bisa dimanfaatkan biaya operasional sekolah. Penganggaran dana BOS sendiri datanya diambil dari data dapodik 2014 ini.

Untuk pencairannya, dana BOS itu langsung dikirim ke masing-masing sekolah penerima dana BOS. Sistem ini lebih efektif dibandingkan dengan menitipkan uang dana BOS ke pemkab atau pemkot terlebih dulu.

Dari segi ketepatan waktu pencairan dana BOS sudah tidak masalah. Menurut dana BOS sudah cair pekan pertama setiap periode tiga bulanan (triwulan). Dana BOS dicairkan awal periode, supaya tidak menganggu aktivitas sekolah yang bersangkutan. Serta juga dana BOS bisa dipakai untuk membayar biaya operasional sekolah tiga bulan ke depan.

PENGATURAN MENGENAI PEMERIKSAAN ATAU YANG SERING DISEBUT RAZIA KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN




Pengaturan mengenai pemeriksaan atau yang sering disebut razia kendaraan bermotor di jalan dapat kita temui dalam PP No. 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan(“PP 42/1993”).Definisi pemeriksaan, menurut Pasal 1 angka 2 PP 42/1993, adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemeriksa terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif.

Pada dasarnya, pemeriksaan (razia) yang dilakukan pada siang hari maupun malam hari memiliki prosedur yang sama. Hanya terdapat sedikit perbedaan yang selanjutnya akan dijelaskan di bawah ini.

Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dapat dilakukan oleh Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan (Pasal 2 PP 42/1993).

Pemeriksa yang melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan wajib dilengkapi dengan surat perintah tugas yang dikeluarkan oleh (Pasal 13 PP 42/1993):
a.     Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas polisi negara Republik Indonesia;
b.     Menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil.

Disebutkan dalam Pasal 14 PP 42/1993 bahwa surat perintah tugas sebagaimana dimaksud jalan Pasal 13 sekurang-kurangnya memuat:
a.     alasan dan jenis pemeriksaan;
b.     waktu pemeriksaan;
c.      tempat pemeriksaan;
d.     penanggung jawab dalam pemeriksaan;
e.     daftar petugas pemeriksa;
f.      daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.

Selain itu, Pasal 15 ayat (1) s/d (3) PP 42/1993 menentukan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 (seratus) meter sebelum tempat pemeriksaan. Untuk pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, tanda harus diletakkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 (seratus) meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.

Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, juga wajib dipasang lampu isyarat bercahaya kuning terang (Pasal 15 ayat [4] PP 42/1993).

Petugas pemeriksanya sendiri pada saat melakukan pemeriksaan wajib menggunakan atribut sebagaimana ditentukan dalam Pasal 16 PP 42/1993 sebagai berikut:
(1)      Pemeriksa yang melakukan tugas pemeriksaan wajib menggunakan pakaian seragam, atribut yang jelas, tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa, dan perlengkapan pemeriksaan.
(2)      Pakaian seragam, atribut, tanda-tanda khusus dan perlengkapan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh:
a.      Kepala Kepolisian Republik Indonesia, bagi pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a;
b.      Menteri, bagi pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b.

Hal-hal tersebut di atas memang harus kita perhatikan dengan saksama, terutama jika ada razia di malam hari yang dimungkinkan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang dan tidak bertanggung jawab yang akan membahayakan diri kita.

Jadi, secara umum pemeriksaan yang dilakukan siang hari dan malam hari memiliki kesamaan, perbedaannya hanya pada malam hari wajib dipasang lampu isyarat bercahaya kuning terang.


Dasar hukum:

Desaku Desa Sukanagara


Desa Sukanagara yang luasnya 1080 ha terletak di kecamatan Cisompet kabupaten Garut dan berbatasan dengan 4 wilayah. Batas sebelah Utara adalah Desa Sukamukti, batas sebelah Selatan adalah Desa Depok, batas sebelah Barat adalah Desa Panyindangan, dan batas sebelah Timur adalah Desa Lihaur Kuning.

Desa dengan jumlah penduduk sebanyak 4209 jiwa ini terletak di ketinggian 1700 m dari permukaan laut dengan curah hujan 55mm/th dan suhu udara 30°C.  Desa Sukanagara ini terletak 7 km dari Kecamatan Cisompet. 80 km jarak terbentang i Kota Negara Republik Indonesia, kurang lebih 240 km.

Setiap wilayah tentu memiliki potensi alam masing-masing. Desa Sukanagara dianugrahi potensi yang luar biasa dalam bidang pertanian dan perkebunan, diantaranya pada bidang pangan padi sawah, padi ladang, dan ubi kayu menjadi tanaman pangan mayoritas di Desa Sukanagara. Jenis komodits buah-buahan yang dibudidayakan adalah pisang. Sedangkan untuk komoditas perkebunan yang utama di desa ini adalah kelapa, karet dan cengkeh. Pada bidang peternakan, kerbau menjadi komoditas yang unggul di desa ini.

Ada empat sumber air bersih di desa ini, yakni mata air, 326 unit sumur gali, sumur resapan air rumah tangga (627 unit), dan sungai. Sumber air bersih ini memiliki kualitas tersendiri diantaranya kualitas baik bagi mata air, dan kualitas tercemar dan pendangkalan untuk sungai. Di desa ini terdapat 2 buah sungai yang salah satunya bernama Sungai Cikaso.

Selain sumber daya alam tentunya ada sumber daya manusia yang dimiliki oleh desa ini.  Dari segi pendidikan, rata-rata penduduk di desa ini merupakan tamatan SD (588 orang), SMP (304 orang), SMA (136 orang), D-1 (14 orang), D-2 (16 orang), D-3 (4 orang), dan S-1 (11 orang). Mata pencaharian pokok warga desa ini adalah buruh tani sebanyak 632 orang yang rata-rata berusia 18-56 tahun. Semua penduduk Desa Sukanagara ini beragama Islam dan merupakan warga Negara Indonesia dan mayoritas adalah etnis Sunda (Sensus 2013).

Dalam bidang kelembagaan Desa Sukanagara memiliki lembaga pemerintahan desa yakni kelurahan atau Kantor Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), LKD/LKK (Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan) yang terdiri dari LKMD, LPMD, PKK, RW (10 RW) , RT (30 RT), Karang Taruna, Kelompok Tani, Organisasi Keagamaan, dan Kelompok Gotong Royong.  Lembaga politik yang terdiri dari Partai Golkar, PDIP, PPP, dan PAN. Lembaga ekonomi yang terdiri dari Koperasi Simpan Pinjam, Industri Material Bahan Bangunan, Usaha Jasa Pengangkutan, Toko kelontong, Usaha perkebunan, Pengolahan kayu, Pengecer gas dan bahan bakar minyak, Usaha jasa keterampilan.

Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Sukanagara diantaranya adalah pendidikan formal dan formal keagamaan. Pendidikan formal diantaranya TK tingkat desa, 4 SD Negeri, SMP, SLB Swasta. Sementara pendidikan formal keagamaan hanya satu yaitu Sekolah Islam Ibtidaiyah dengan status di bawah yayasan tertentu.

Lembaga Keagamaan di desa ini terdiri dari Hansip, Linmas, Satpam Swakarsa, Trantiblinmas.

Mobilisasi ke desa ini dapat dilakukan melalui jalan darat dengan jalan aspal, jalan macadam, dan jalan tanah. Sarana transportasi darat melalui bus umum, truck umum, angkutan per desa atau kelurahan, dan ojeg. Sarana komunikasi dan informasi warga kebanyakan adalah TV dan Parabola. Prasarana peribadatan diantaranya masjid dan  langgar atau mushola. Sarana olah raga di desa diantaranya adalah lapangan sepak bola,  meja ping-pong,  lapangan voli. Sarana dan Prasarana kesehatan diantaranya adalah  puskesmas pembantu, posyandu, balai kesehatan ibu dan anak, dukun bersalin terlatih, dan bidan. Prasarana energy dan penerangan diantaranya adalah listrik PLN, lampu minyak tanah, kayu bakar.

Susi, Menteri Nyentrik Gemar Merokok dan Punya Tato


Presiden Jokowi menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai menteri kelautan dan perikanan. Meski hanya tamatan sekolah menengah pertama (SMP), Susi mampu menjadi pengusaha sukses berkat memulai bisnis di bidang perikanan hingga maskapai melalui Susi Air yang dikembangkannya.

Dikutip dari berbagai sumber, Susi dikenal memiliki kepribadian cuek. Bahkan, ia tidak segan langsung merokok di kompleks Istana Kepresidenan, ketika baru saja usai pengenalan nama 34 menteri oleh Jokowi. “Setop dong, biar aku bisa selesaikan rokok ini sampai habis,” ujar presiden direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product tersebut kepada wartawan, Ahad (26/10).

Wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini paling gemar dengan cerutu Kuba. Dia juga memiliki kebiasaan unik dengan mentato betis kanannya. Dari berbagai sumber, ada yang bilang tato burung merak, ada yang menyebut gambar lobster menghiasi tungkai kaki kanannya.
Atas ulah nyentriknya itu, ia ramai dibincangkan di forum Kaskus. Di luar penampilannya yang cuek, harus diakui ia memiliki rekam jejak mumpuni sebagai pengusaha. Selamat bekerja Bu Susi!

Profil Capres 2014: Prabowo Subianto


Prabowo Subianto

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 61 tahun) adalah seorang mantan Danjen Kopassus, pengusaha dan politisi. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena perolehan suara Partai Gerindra kurang dari 20%, Prabowo maju sebagai calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Saat ini Prabowo sedang bersiap untuk kembali maju sebagai calon presiden di pemilu presiden 2014.

Kehidupan pribadi

Anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo. Ia memiliki dua kakak perempuan, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, Hashim dikenal sebagai seorang pengusaha handal, dengan bisnis di puluhan negara termasuk Kanada, Russia dan Indonesia.
Prabowo adalah cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPAS pertama dan anggota BPUPKI.
Dan jika diselusuri lebih jauh lagi, leluhur Prabowo adalah Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu), yang bernama Raden Tumenggung Kertanegara III. Prabowo juga terhitung sebagai salah seorang keturunan dari Adipati Mrapat, Bupati Kadipaten Banyumas Pertama.
Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, anak Presiden Soeharto. Pernikahan Prabowo berakhir tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.[1] Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.

Karier Militer Prabowo

Prabowo Subianto sering disebut sebagai seorang jendral kontroversial. Prestasi, dan kontroversi Prabowo dimulai saat ia mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970. Lulus pada tahun 1974, tahun 1976 Prabowo dipercaya sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Operasi Penangkapan Presiden Fretilin Nicolau Lobato

Pada bulan Desember 1978, Kapten Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan untuk membunuh pendiri dan wakil ketua Fretilin, yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Leste, Nicolau dos Reis Lobato. Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo, pada tanggal 31 Desember 1978. Karena prestasi ini, Prabowo mendapatkan kenaikan pangkat.

Pelatihan Komando di Fort Benning

Setelah kembali dari Timor Timur, karier militernya Prabowo terus melejit. Pada tahun 1983, Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan “Special Forces Officer Course” di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggungjawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.

Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma

Salah satu pencapaian Prabowo saat menjadi pimpinan Kopassus adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. Pada gambar ini, Prabowo menyalami salah satu peneliti yang berhasil dibebaskan.
Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspediti Lorentz ’95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. 5 orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman[2]..

Ekspedisi Gunung Everest

Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jendral Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto [3]. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal.
“Waktu itu kita mendengar bahwa Malaysia sudah mencanangkan akan mengibarkan bendera kebangsaan mereka pada tanggal 10 Mei 1997. Saya tidak rela bangsa Indonesia, sebagai bangsa 200 juta jiwa, harus kalah dengan bangsa lain di kawasan kita. Karena mencapai puncak tertinggi di dunia sudah menjadi salah satu tonggak ukuran prestasi suatu bangsa” tulis Prabowo dalam buku ‘Di Puncak Himalaya Merah Putih Kukibarkan’.
Keberhasilan ekspedisi ini menjadikan Indonesia negara pertama dari kawasan tropis, sekaligus juga negara di Asia Tenggara pertama yang mencatat sukses menggapai puncak Everest[4].

Kontroversi dan Dugaan Pelanggaran HAM

Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani[5], namun upaya ini kabarnya digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror[6]. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu.
Pada tahun 1990-an, Prabowo diduga terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia diduga menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil[7]. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Syahnakri, di kantor Pangdam IX Udayana. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan[8]. Menurut pakar hukum Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana[9].
Pada tahun 1997, Prabowo diduga mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi[10]. Setidaknya 13 orang, termasuk seniman ‘Teater Rakyat’ Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal.[11]. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penculikan kepada sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang.[12]
Namun demikian, Prabowo belum diadili atas kasus tersebut walau sebagian anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. Sebagian korban dan keluarga korban penculikan 1998 juga belum memaafkan Prabowo dan masih terus melanjutkan upaya hukum. Sebagian berupaya menuntut keadilan dengan mengadakan aksi ‘diam hitam kamisan’, aksi demonstrasi diam di depan Istana Negara setiap hari Kamis[13]. Sebagian lagi telah bergabung denga kepengurusan Partai Gerakan Indonesia Raya, bahkan duduk di DPR RI. Haryanto Taslam yang telah menjadi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, mengatakan “Prabowo sudah minta maaf pada saya. Dia juga mengajak saya bergabung untuk membangun negara ini. Saya adalah korban Prabowo dan Prabowo adalah korban politik saat itu. Dia juga korban. Prabowo hanya merupakan tentara yang mematuhi perintah atasannya. Ide penculikan bukan dari Prabowo. Rezim Orde Baru saat itu pun represif. Jika bukan Prabowo pasti orang lain yang akan diperintah untuk menculik.”[14]
Prabowo juga diduga mendalangi Kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta.[15][16]. Dugaan motifnya adalah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto, untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila kelak ia mampu memadamkan kerusuhan [17].
Juga pada Mei 1998, menurut kesaksian Presiden Habibie dan purnawirawan Sintong Panjaitan[18], Prabowo melakukan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar kediaman Habibie untuk kudeta. Karena insubordinasi tersebut ia diberhentikan dari posisinya sebagai Panglima Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie.
Masalah utama dari kesaksian Habibie ialah bahwa sebenarnya, pasukan-pasukan yang mengawal rumahnya adalah atas perintah Wiranto, bukan Prabowo. Pada briefing komando tanggal 14 Mei 1998, panglima ABRI mengarahkan Kopassus mengawal rumah-rumah presiden dan wakil presiden. Perintah-perintah ini diperkuat secara tertulis pada tanggal 17 Mei 1998 kepada komandan-komandan senior, termasuk Sjafrie Sjamsoeddin, Pangdam Jaya pada waktu itu.
Prabowo yakin ia bisa saja melancarkan kudeta pada hari-hari kerusuhan di bulan Mei itu. Tetapi yang penting baginya ia tidak melakukannya. “Keputusan memecat saya adalah sah,” katanya. “Saya tahu, banyak di antara prajurit saya akan melakukan apa yang saya perintahkan. Tetapi saya tidak mau mereka mati berjuang demi jabatan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya menempatkan kebaikan bagi negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya adalah seorang prajurit yang setia. Setia kepada negara, setia kepada republik”[19].

Jabatan dan Penghargaan Militer

Berikut adalah daftar jabatan yang Prabowo saat mengabdi sebagai prajurit TNI:[20]
  • Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  • Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  • Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983-1985)
  • Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
  • Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
  • Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad (1991-1993)
  • Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1994)
  • Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  • Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
  • Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  • Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  • Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Berikut adalah daftar penghargaan militer Prabowo:
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
  • Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun
  • Satya Lencana Seroja Ulangan–III
  • Satya Lencana Raksaka Dharma
  • Satya Lencana Dwija Sistha
  • Satya Lencana Wira Karya
  • The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  • Bintang Yudha Dharma Nararya

 

Sepak Terjang Prabowo di Dunia Usaha

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih untuk mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, menjadi pengusaha. Karier Prabowo sebagai pengusaha dimulai dengan membeli Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Kiani Kertas dimiliki oleh Bob Hasan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto[21]. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp. 1,8 triliun dari Bank Mandiri[22].
Selain mengelola Kiani Kertas, yang namanya diganti oleh Prabowo menjadi Kertas Nusantara, kelompok perusahaan Nusantara Group yang dimiliki oleh Prabowo juga menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dimiliki oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara[23].
Banyak kalangan menilai, Prabowo cukup sukses dalam berusaha. Pada Pilpres 2009, Prabowo ialah cawapres terkaya, dengan total asset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta[24], termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 Milyar per ekor serta sejumlah mobil mewah seperti BMW 750Li dan Mercedes Benz E300[25]. Kekayaannya ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala itu ia hanya melaporkan kekayaan sebesar 10,153 Milyar[26]

Kiprah Prabowo di Berbagai Organisasi Non-Pemerintah

 

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)

HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional. Didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama.
Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Jodi dan Ja’far Hafsah[27][28]. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 DPD menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI[29].

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)

APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) adalah organisasi independen yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan pedagang pasar Indonesia. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 DPW tingkat provinsi dan 199 DPD tingkat kabupaten[30].
Selaku Ketua Umum APPSI, Prabowo kerap menyuarakan agar Pemerintah membatasi hipermarket dengan mengatur jaraknya agar tidak merugikan pedagang kecil. “Selama ini pedagang pasar tradisional selalu dianaktirikan sehingga ketika pasar modern didirikan para pemilik modal pedagang pasar harus rela dibubarkan karena ada pembongkaran” cetus Prabowo[31].

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

Prabowo membuka turnamen pencak silat SEA Games 2011 di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.
Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum PB IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI [32]. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan[33].

Karier Politik Prabowo

 

Pemilu 2004

Prabowo memulai kembali karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto.

Pemilu 2009

Pada bulan Mei 2008 Prabowo gencar tampil di televisi dalam bentuk iklan layanan masyarakat yang disponsori oleh HKTI, organisasi tani Indonesia yang digunakannya sebagai mesin politik untuk Pilpres 2009. Sebagai ketua umum organisasi tersebut dengan pesan untuk menggunakan produk dalam negeri. Pada 9 Mei 2008 Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk mencalonkan Prabowo menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 saat mereka menyerahkan berkas pendaftaran untuk ikut Pemilu 2009 pada KPU [34]. Namun belakangan, setelah proses tawarmenawar yang alot, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Keduanya mengambil motto ‘Mega-Pro’. Keduanya juga telah menyelesaikan persyaratan administratif KPU dan berkas laporan kekayaan ke KPK. Deklarasi Mega-Prabowo dilaksanakan di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat[35].
Dalam berbagai iklan dan kampanyenya, pasangan Mega-Prabowo mengusung konsep ‘Ekonomi Kerakyatan’. Walau terdengar manis, sejumlah kritik pun dilayangkan pada konsep ekonomi ini. Sebagian menganggapnya sebagai Ekonomi Komando yang selain otoriter juga sudah pernah dicoba di era Soekarno dan tidak berhasil, terbukti kenaikan harga dan inflasi 650% per tahun dan kelaparan terjadi di sejumlah tempat[36][37]. Sebagian lagi menganggap konsep ini sekedar ‘Kerakyat-rakyatan’, karena ‘Ekonomi Kerakyatan’ sudah pernah dicoba dua kali, pertama tahun 1993-1998 melalui Bappenas, dan kedua tahun 1998 melalui Kementrian Koperasi dan UKM. Dua-duanya dinilai gagal menyejahterakan rakyat dan justru menyebabkan kredit macet. Dalam Pemilu 1999 PDIP dan Megawati juga berjanji ‘membela wong cilik’ [38][39].
Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, yakni LSI(Lembaga), LSI(Lingkaran), LP3ES, Puskaptis, CIRUS, LRI, dan Quick Count Metro TV, memprediksi pasangan Megawati-Prabowo kalah telak dari pasangan SBY-Boediono, dan Pemilu Presiden 2009 berakhir dalam satu putaran. Hasil Perhitungan Manual KPU yang diumumkan 25 Juli 2009 tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat. Megawati dan Prabowo tidak hadir dalam acara penetapan hasil tersebut meski UU No.42 Tahun 2008 Tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mengamanatkan bagi tiap pasangan calon untuk hadir dalam penetapan hasil Pilpres[40]. Dua pasangan lainnya, JK-Wiranto dan SBY-Boediono hadir dalam acara ini. Pasangan Megawati-Prabowo menolak hasil Pemilu ini dan masih melakukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi.

Pemilu 2014

Pada tanggal 17 Maret 2012, Prabowo menerima mandat dari 33 DPD Partai Gerindra untuk maju pada pemilihan presiden 2014. Pemberian mandat dilakukan di Desa Bojong Koneng, Jawa Barat.[41]
Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014[42]. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat[43].
Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya[44], tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang masih sangat rendah[45]. Namun, poitisi senior Permadi mengatakan, Megawati Soekarnoputri berjanji akan mencalonkan Prabowo sebagai presiden pada pemilihan presiden 2014[46].

Gelar Kehormatan

 

Marga Lumban Tobing

Pada tanggal 17 Juni 2009, Prabowo dinyatakan sebagai anggota marga Lumban Tobing. Selain Prabowo, adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo juga diterima sebagai anggota marga tersebut[47]. Penganugerahan marga tersebut difasilitasi oleh Persatuan Punguan Siraja Lumban Tobing (PPSLB) dan berlangsung di Danau Toba Convention Center, Medan[48].

Gelar Adat Tongkonan

Pada tanggal 28 Desember 2011, Prabowo menerima gelar adat Tongkonan dari masyarakat adat desa Siguntu, Rantepao, Toraja Utara[49]. Pemberian gelar adat yang dibarengi dengan pesta duka Rambu Solo disaksikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu`mang, Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Muhammad Nizam, Bupati Tanah Toraja Theofillus Allorerung, Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring beserta ribuan warga setempat.

Sumber: Wikipedia  (http://id.wikipedia.org/wiki/Prabowo_Subianto)

Bangsa patriot bernama Indonesia. Menjadi paling dicintai di dunia ?



Pasukan TNI di Lebanon
Pasukan TNI di Lebanon, turut menjaga perdamaian dunia. PBB banyak mempercayakan misi penjaga pada militer Indonesia. Semoga bisa memperbaiki citra Indonesia yang terpuruk di sisi prestasi sepak bola atau pun pengiriman TKI sektor informal. Kita berharap, kekuatan Indonesia merata di semua lini, supaya menggentarkan musuh yang mencoba merendahkan dan merugikan rakyat Indonesia. Maju tak gentar membela yang benar !

Nasionalisme. Sejarah. Seni budaya. Benang merah blog ini. Topik yang sering di-view pengunjung GP & C ternyata Indonesia. Baru kemudian, arsitektur dan lainnya. Surprise, karena saya merasa menyoroti Bandung. Namun, ternyata kota ini muncul di urutan tengah. Pengunjung terbanyak dari Indonesia. Baru menyusul Malaysia dan Amerika. Negeri jiran dan Paman Sam memantau rupanya. Ok, then. For you Indonesia, and my visitors from all over the world.

Indonesia. Masyarakat internasional kian mengharapkan peran aktifnya dalam menyelesaikan persoalan pelik dunia. Indonesia ? Berarti kita, dong. Wah, nggak nyangka, ya. Cool. Saya juga senang bicara dengan kawan TNI ( prajurit, peltu, mayor, purnawirawan kolonel dan jenderal ) yang menjadi konsumen lukis saya. Salah satunya Pak Dwi yang hangat, supel. Perawakan tegap khas perwira dengan seragam hijaunya. Suatu hari, terlihat tangannya sembunyi di belakang. Saya curious. Adu cepat, menjulurkan leher, mengintip apakah itu. Anak kucing kucel mengeong kelaparan dalam giwingan beliau.”Kasihan, biar dipiara di rumah,”jelas Pak Dwi, lembut . Oo.. so sweet..

Hari lain, saya nguping celotehan tentara dengan rekan penjual di sebelah. ”Hari-hari ya begini. Masuknya saja yang susah ( tes penerimaan prajurit ). Fisik mental diuji dengan latihan dan soal yang berat. Setelah diterima, kegiatan rutin kami baris-berbaris ( dan kerja bakti ). Kecuali mereka yang mendapat panggilan tugas ke luar kota atau luar negeri.” Saya dan rekan senyum-senyum mendengarnya. Tentara yang datang ke tempat kami, rata-rata penuh guyon ( mereka mengidolakan Syahrini ). Meski tak jarang mereka mencoba senapan buru di depan saya.”Ampun, Pak. Bukan saya. Saya tak bersalah,”canda saya. Si sniper ( penembak tepat ) terkekeh.”Ketika tidak sedang tugas, ya kami kembali menjadi rakyat. Berbaur dengan masyarakat.”

( ‘ketika sedang bertugas’ ? Saya ingat beberapa waktu lalu berada di Jalan RE. Martadinata. Seorang perwira intel menangguk saya yang kedapatan asyik menggambar di taman.”Ini ruang publik, Pak. Siapa saja bisa menggunakan. Saya warga Kota Bandung. Saya hanya menggambar di sini,”protes saya. Si intel tak kalah keukeuh,”Tapi rombongan presiden mau lewat sini sebentar lagi.” Ughh.. gara-gara kelewat baca koran begini jadinya. Berada di ‘tempat yang salah’. Sejumlah sniper ditempatkan di Jalan Riau dan percabangannya. Si intel terus menanyai saya dan ‘memaksa’ saya berfoto dengannya dengan kamera ponselnya.” Untuk kenang-kenangan, kalau saya pernah bertemu pelukis”, ujar si intel berusaha diplomatis. Nada dinginnya yang seperti penjaga Azkaban ( -“Harry Potter”  ) sulit membuat saya rileks. Semoga SBY selamat dan acara kunjungannya di Bandung selama 2 hari berjalan lancar, batin saya. Saya tak mau diciduk ( untuk diperiksa, apalagi jadi tersangka ) jika terjadi apa-apa pada presiden. Atau seperti yang dikuatirkan intel itu, ada yang melempar sandal ke arah rombongan ! ( dan mempermalu sektor pengamanan atau pun paspampres. Kontan saya melirik kaki saya yang bersandal karet ). Masya Allah ..

Prestasi TNI mengharumkan nama bangsa. Check this out.
Sirene meraung. Bertruk-truk tentara melintas di depan kami. Sebelumnya, ratusan prajurit berlari kompak seraya menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Kemana gerangan mereka ? Usut punya usut, rupanya banyak permintaan internasional agar para prajurit kita berjaga di wilayah konflik. Dari link :
  1. http://strategi-militer.blogspot.com/search/label/Internasional
  2. http://strategi-militer.blogspot.com/search/label/Kedaulatan%20Bangsa
  3. http://strategi-militer.blogspot.com/2012/09/pbb-perluas-wilayah-operasi-tni.html
  4. http://strategi-militer.blogspot.com/2012/11/pbb-minta-ri-kirim-pasukan-perdamaian.html
  5. http://strategi-militer.blogspot.com/search/label/Prestasi%20Militer
Saya terperangah dengan prestasi TNI di mancanegara. Diantaranya :
  1. Indonesian Cyber Army (ICA) Selection 2012
  2. Indobatt Raih Juara Satu Menembak Pistol UNIFIL
  3. Tim TNI AD Juara Lomba Tembak Panglima TNI Cup 2012
  4. TNI AD Juara Tembak ASEAN, Senjata RI Makin Diminati
  5. Satgas Kompi Zeni TNI Terbaik di Kongo
  6. Perwira Kemhan Terima Beasiswa Harvard
  7. Tarian Nusantara Memukau Warga Lebanon Selatan
  8. KRI Sultan Hasanuddin-366 Dijadikan Kapal Markas MTF/ UNIFIL
  9. 75 Prajurit TNI di Lebanon Dapat Penghargaan
  10. Beladiri “Merpati Putih” Pukau Pasukan UNIFIL
  11. Agung Supriyanto, Prajurit TNI di Lini Depan Timnas U-22
  12. TNI Menerima Penghargaan UN Medal Di Lebanon
  13. KRI Dewaruci Juara Umum American Tall Ship Race 2012
  14. KRI Dewaruci Juarai Savannah Tall Ships Challenge 2012
  15. Indonesia Juarai Lomba Tembak Internasional AASAM 2012
Pencinta sejarah bernama reenactor. Join with us ..
Reenactor membangkitkan semangat perjuangan bangsa.
Reenactor membangkitkan semangat juang bangsa. Tak kalah dengan semangat TNI membela tanah air. Perang pemikiran dan opini harus kita menangkan. Cyber war, saya ikut serta.

Saya pun dibikin gembira oleh kegiatan para reenactor ( pecinta reka ulang sejarah ) di Indonesia. Aneka peristiwa rentang 1945-1949 menjadi menarik di tangan mereka. Berpakaian ala perang kemerdekaan, mengunjungi obyek bersejarah, berdiskusi dengan veteran perang, saling kunjung reenactor antar kota ( Bandung, Surabaya, Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Belitung, dst ). Sejak Juli 2012, momen Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Hari Pahlawan 10 November 1945, Agresi Militer Belanda Juli 1947, Operasi Gagak 19 Desember 1948, hingga Lembong APRA, dihidupkan dengan beragam kegiatan mengasyikkan. Kostum pejuang, tentara Republik Indonesia ( TKR/ BKR/ TNI ), tentara Belanda, Jepang, Inggris, bahkan agen mata-mata yang tertangkap pun mereka kenakan. Replika senjata dari Sten Gun Inggris, Owen Australia, Lee Enfield Inggris, M-1 Garand, M-1 Carbine, MP-40, Lanchester ( produk airsoft, dummy/ tiruan yang mereka buat sendiri dengan mengamati aslinya yang dibawa tentara saat latihan ) turut mempergaya penampilan.

Di Bandung, mereka mengunjungi Museum Mandala Wangsit Siliwangi, gua Belanda dan Jepang di Tahura Dago, dan gedung-gedung bersejarah. Yang berminat ikutan bisa langsung gabung saat ada kegiatan, atau melalui Facebook, atau mampir ke Soldatenkaffe di Paskal Hypersquare ( Jalan Pasir Kaliki, Bandung ).
Perang pemikiran dan opini menjadi tantangan kita saat ini. Wahyu Bowo, reenactor Jakarta, merasa perlu menggugah kembali generasi muda atas perang kemerdekaan yang pernah dijalani bangsa Indonesia. Oo.. sungguh mulia, hati dan semangat kalian ..

Film-film lawas berlatar perang kemerdekaan Indonesia pun diminati komunitas reenactor ( di berbagai negara menjadi perekat sejarah bangsa ). Diantaranya : “Kereta Api Terakhir” ( film produksi tahun 1981 ) yang menceritakan kegigihan orang kereta api mengungsikan 2 lokomotif terakhir yang akan direbut Belanda pasca kegagalan Perjanjian Linggarjati, Kuningan ( tahun 1947 ). Oleh Komunitas Edan Sepur, film tersebut diunggah di situs Youtube ( 14 seri ). Film “Mereka Kembali” ( 1972 ) mengisahkan longmarch pasukan TNI Divisi Siliwangi dari Yogyakarta kembali ke Jawa Barat setelah kegagalan Perjanjian Renville ( 18 Desember 1948 ). Film “Janur Kuning” berkisah seputar Serangan Umum 1 Maret 1949 yang adalah aksi balas pihak RI atas Agresi Militer Belanda ( 19 Desember 1948 ). Film lainnya seperti “Perawan di Sektor Selatan” ( produksi 1972 ), “Bandung Lautan Api” ( 1975 ), “Serangan Fajar” ( 1981 ), “Lebak Membara” ( 1982 ), “Oeroeg” ( 1992 ) juga tontonan nikmat mempertebal kecintaan kita pada tanah air Indonesia.

Indonesia kuat. Berdaulat penuh. Bermartabat. One for all. All for one. Satu kata untuk semua. MERDEKA !!

[HUT TNI] INI DIA PARA SRIKANDI CANTIK INDONESIA

TNI ADALAH KEKUATAN KITA, DI BALIK KEGAGAHAN PRAJURIT-PRAJURIT KITA TERSIMPAN PARA SRIKANDI CANTIK DI DALAMNYA, MARI KITA SAKSIKAN:






























































Spoiler for :









BUKAN TAKUT TAPI MALAH NGGEMESIN GAN
Hanya dengan 50.000 dapat blog murah gratis Template Premium
close
<>

Translate

Wartawan

CATEGORY

Berita SKU WIP (1) Humor (14) Info Wisata (3) Islami (54) Kata Mutiara (4) Klip (3) Kuliner (3) Mualaf (7) Opini (32) Tip Blogger (7) Tip Keren (13) Urang Sunda (7) Warta (50) Widget Islami (3) Widget Keren (4)
close